![]() |
| Proyek Pemprov Jabar yakni pelebaran jalan, drainase, dan trotoar di jl. Merdeka Barat Ciledug nampak terbengkalai sehingga dikeluhkan pengusaha di area tersebut, Sabtu (13/6). |
CIREBON,Koran Cirebon Pihak pengelola Hotel Dedy Jaya Ciledug beserta sejumlah pelaku usaha di sepanjang Jalan Merdeka Barat, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan proyek perbaikan infrastruktur milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang terkesan terbengkalai.
Pasalnya, proyek pengerjaan yang meliputi pengerasan, pelebaran jalan, pembuatan drainase, hingga penataan trotoar tersebut dibiarkan mandek tanpa kejelasan, hingga memicu gangguan serius terhadap aktivitas ekonomi lokal.
Pantauan awak media Koran Cirebon di lapangan menunjukkan material proyek dan galian yang belum selesai dibiarkan begitu saja di sepanjang jalur utama tersebut.
Kondisi ini secara otomatis mempersulit akses masuk kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, menuju tempat usaha warga, termasuk area parkir perhotelan.
Akibat buruknya tata kelola pengerjaan ini, arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi semrawut dan omzet para pedagang serta penyedia jasa di sekitar lokasi mengalami penurunan drastis.
Pengelola Hotel Dedy Jaya Ciledug, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya respons pihak kontraktor dalam menyelesaikan proyek strategis tersebut.
Menurutnya, proses pengerjaan sudah memakan waktu hingga berbulan-bulan, namun hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang baik.
”Kami selaku pelaku usaha sangat dirugikan dengan kondisi ini. Proyek pengerasan jalan dan trotoar sepanjang kurang lebih 100 meter ini dibiarkan telantar begitu saja tanpa ada kelanjutan aktivitas pekerja," Ujar Sidik saat ditemui Awak media, (13/06).
Menurutnya karena proyek yang terbengkalai tersebut, Akses masuk ke hotelnya terganggu parah sehingga hal ini jelas merugikan operasional usahanya.
"Pengerjaannya sudah berlangsung berbulan-bulan, tetapi hasilnya sama sekali belum rapi dan terkesan ditinggalkan,” Ucapnya.
Ia pun menambahkan bahwa keluhan serupa tidak hanya datang dari pihak perhotelan, melainkan juga dari puluhan pemilik ruko, warung, dan tempat usaha lain yang beroperasi di sepanjang Jalan Merdeka Barat.
Mereka merasa dianaktirikan karena koordinasi dari pelaksana proyek dinilai sangat minim, sementara dampak kerugian ekonomi riil terus berjalan setiap hari.
Merespons hal tersebut, Awak media melakukan konfirmasi kepada Budi selaku pihak penanggung jawab proyek Pemprov Jabar di wilayah Ciledug.
Budi secara tegas membantah tudingan bahwa proyek bernilai strategis tersebut telah ditelantarkan atau terbengkalai.
Ia menjelaskan bahwa saat ini tim teknis di lapangan sedang melakukan pembagian skala prioritas pengerjaan di titik-titik yang dianggap paling krusial. (Tedy)



Post A Comment: