Koran Cirebon. Kuningan. Pada Senin 7 September 2026 Informasi masuk ke Redaksi Media Koran Cirebon Online dan Cetak mengenai jeritan para pedagang Pasar Kepuh, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyusul maraknya aksi pembobolan kios. Para pedagang mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan dinas terkait, khususnya Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, agar tidak menutup mata dan segera menindak lanjuti keresahan ini.
Saat konfirmasi Ipit Bagian Penataan dan Penertiban Pasar Kepuh di Kantor Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Tono, pemilik Kios Sinar, dan Jubaedah, pedagang kios telur di Pasar Kepuh. Menurut mereka, aksi pembobolan kios kerap terjadi dengan modus merusak gembok lalu membawa kabur gembok tersebut, dan membiarkan pintu besi atau rolling door kios terbuka seperempatnya.
Dua kios yang dibobol.
"Dalam satu malam saja, tepatnya Rabu 2 September 2026, ada dua kios yang dibobol, yaitu Kios Sinar milik H. Tono dan Kios telur milik Jubaedah. Kerugian kami berdua saja kurang lebih Rp40 juta, belum lagi kios-kios lainnya," ungkap Tono.
Lurah,Seklur dan Kasi Trantib di Kantor Kelurahan Kuningan Kabupaten Kuningan.
Dengan seringnya kejadian ini, para pedagang merasa sangat resah. Mereka mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pasar Kepuh agar segera ditindaklanjuti.
Para pedagang awalnya mengira pelaporan ke Polsek Kuningan akan diurus oleh pihak petugas pasar. "Kami siap bilamana harus membuat laporan ke Polsek Kuningan. Karena setahu kami cukup laporan ke petugas pasar saja dan petugas pasar yang akan melaporkan ke Polsek Kuningan, jadi sampai media ini mewawancarai kami berdua, kami belum membuat laporan ke Polsek Kuningan. Dikira kami petugas pasarlah yang akan melaporkan kejadian pembobolan ini," tambah Jubaedah.
H.Tono dan Jubaedah menambahman"Lalu kami harus mengadu dan berteriak ke mana lagi dengan seringnya pembobolan kios ini, karena otomatis modal dagangan kami hilang dan dari mana lagi kami harus mendapatkan modal usaha buat jualan," keluh mereka.
Harapan besar disematkan kepada Bupati Kuningan, APH, dan Diskopdagperin Kabupaten Kuningan agar segera turun tangan. Khususnya Diskopdagperin Kabupaten Kuningan secepatnya Membuat penerangan jalan di Beberapa titik di dalam pasar agar tidak gelap dimalam hari, dan memasang CCTV dibeberapa titik Rawan, serta dilakukan Pemasangan Portal di semua Pintu masuk dan Pintu Keluar pasar tersebut,khususnya menjelang Malam Hari agar Hanya ada Satu Portal saja yang di Buka Tutup untuk keluar masuk kendaraan ke dalam pasar juga ada penjaga di portal tersebut.tambahnya.
Selang beberapa menit, Media Koran Cirebon menemui Ipit, bagian penataan dan penertiban Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan. Ia menjelaskan bahwa Pasar Kepuh dikelola oleh Diskopdagperin Kabupaten Kuningan dan membenarkan adanya dua pembobolan kios dalam satu malam.
"Kedua pemilik kios memang sudah melaporkan kejadian pembobolan kios ke pihak kami, tapi kami tidak tahu apakah kedua pemilik kios tersebut sudah membuat laporan ke Polsek Kuningan atau belumnya," ujar Ipit.
Ia juga membeberkan kondisi operasional pasar. Pasar Kepuh mulai ramai sekitar pukul 22.00 WIB, sementara suasana sepi terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Di Kantor Pasar Kepuh terdapat 40 pegawai yang dibagi ke dalam berbagai bagian, di mana khusus bagian keamanan hanya ada 10 orang yang dibagi menjadi dua sif.
"Tapi karena pasar ini luas dan kiosnya saja ada sekitar 400 kios, belum lagi adanya ratusan para pedagang emperan di pasar ini, jadi untuk bagian keamanan dinilai kurang kalau hanya 10 orang. Apa lagi akan ada beberapa pegawai yang akan pensiun, pastinya kami akan kekurangan pegawai dalam menangani Pasar Kepuh ini," jelas Ipit.
Sementara itu, saat dikonfirmasi media ini, Kapolsek Kuningan AKP Bambang Purnomo, S.H. menegaskan bahwa Pasar Kepuh memang masuk dalam wilayah hukum mereka. Namun, hingga Senin, 7 September 2026, pihak Polsek Kuningan belum menerima laporan resmi terkait pembobolan kios di Pasar Kepuh.
"Kami siap 24 jam melayani dan mengayomi masyarakat, khususnya di wilayah Polsek Kuningan. Setiap dua jam sekali anggota kami selalu melakukan patroli di wilayah hukum Polsek Kuningan. Kami juga selalu berkoordinasi dan bergabung dengan Tim Gabungan Polres Kuningan yang siap siaga di tempatnya masing-masing, khususnya di beberapa titik rawan," tegas Kapolsek.
Dalam kesempatan yang sama, Edi Rohaedi S.E. Lurah Kuningan didampingi Hj.Riva Ratna K.S.SOS.M.K.AP. (Sekretaris Kelurahan) dan Ninin Nirmalasari S.E.(Kasi Trantib) Kelurahan Kuningan. menambahkan bahwa Pasar Kepuh memang berada di wilayah Kelurahan Kuningan. Ia mengaku baru mengetahui maraknya pembobolan kios di pasar tersebut setelah mendapat informasi dari Media Koran Cirebon.
"Kami akan menindaklanjuti informasi ini dan kami akan turun langsung ke kios-kios pasar yang sudah dibobol," pungkasnya.
(Firda Asih.Tedy)





Post A Comment: