JAKARTA. Koran Cirebon - Peredaran obat keras HCL di Cipayung, Jakarta Timur, sangat mengkhawatirkan dan jelas cukup terorganisir dengan baik.
Pasalnya,diduga adanya keterlibatan “oknum’ berseragam aktif yang nakal.
Diduga seperti hal nya toko di Jalan Raya Pondok Gede No.3, Lubang Buaya.Disuga terlihat penjual pil koplo dengan leluasa mengedarkan kepada semua kalangan tanpa rasa takut, sehingga masyarakat mempertanyakan kinerja Polsek Cipayung, Polres Metro Jakarta Timur.
Saat dikonfirmasi,diduga koordinator lapangan bernama Fadli enggan memberikan informasi secara terbuka soal menjual obat keras seperti Tramadol dan Hexymer tanpa adanya Nomor Izin Edar (NIE), mengingat bahaya obat tersebut banyak menyasar kalangan pelajar.
Justru sebaliknya, diduga Fadli pun dengan gagah dan lantang untuk diberitakan tempat usahanya, sehingga seolah-olah dirinya kebal dengan aturan hukum yang berlaku.Serta diduga menunjukan betapa lemahnya pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH).
"Silahkan saja naikin berita, saya tidak takut," cetus Fadli dengan nada menantang, Kamis (21/8/2025).
Dalam hal ini, keterlibatan unsur pengurus warga dalam mengawasi lingkungan juga harus terus digalakkan.
"Saya meminta kepada pak Kapolda Metro Jaya untuk menindak tegas pengedar pil setan itu. Alasan saya berdasar, karna saya tidak mau anak saya terjerumus oleh penggunaan obat keras itu," tegas Memed (nama samaran).
Menanggapi hal ini, pengamat kebijakan publik yang akrab di sapa Syamsul angkat bicara.
“Dalam hal ini tentunya diduga adanya pelanggaran baik pengguna maupun pengedar dapat dikenakan sanksi, sebagaimana diatur "Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Undang-Undang No. 7 Tahun 1963 Tentang Farmasi, Jika ditemukan adanya keterlibatan oknum seragam aktif, jelas harus di berikan saksi tegas,” jelas Syamsul saat dimintai keterangan di Jakarta.
"Yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa di wilayah ini pil koplo mudah didapat, atau mungkin peredaran pil koplo menjadi lahan basah bagi kebanyakan “oknum” tak bertanggung jawab, Siapa yang bermain?," kritiknya.
( Amos )



Post A Comment: