KORAN CIREBON. Kabupaten Cirebon.Jumat 3 Juli 2026 – Sampai terbitnya berita ini Proyek pembangunan trotoar sepanjang kawasan Ciledug, Kabupaten Cirebon, menuai keluhan dari para pelaku usaha.
Pengerjaan yang dinilai berjalan lambat berdampak langsung pada penurunan aktivitas ekonomi, mulai dari sektor perhotelan, toserba, restoran, hingga pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Selama proyek berlangsung, para pelaku usaha mengaku akses menuju lokasi tempat usaha mereka menjadi sangat terbatas.
Material bangunan yang menumpuk di bahu jalan serta kemacetan yang kerap terjadi membuat konsumen enggan untuk berkunjung, yang pada akhirnya memicu penurunan omzet secara signifikan.
Menanggapi keresahan tersebut, Tokoh Masyarakat Cirebon Timur, R. Hamzaiya, S.Hum., mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon dan pihak pelaksana proyek untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
"Pembangunan infrastruktur memang program yang patut didukung untuk mempercantik kawasan. Namun, pelaksanaannya harus memperhatikan dampak ekonomi. Jika prosesnya berlangsung terlalu lama tanpa kepastian penyelesaian, masyarakat dan pelaku usaha yang menggantungkan penghasilan di sana adalah pihak yang paling dirugikan," ujar R. Hamzaiya.
Ia mengungkapkan, banyak konsumen kini lebih memilih beralih ke lokasi lain yang aksesnya lebih mudah. Selain akses, kondisi lingkungan proyek yang berdebu dan pengaturan lalu lintas yang belum maksimal juga dinilai dapat merusak citra kawasan perdagangan dan jasa di Ciledug.
"Masyarakat tidak menolak pembangunan, justru berharap segera selesai. Namun, jika pekerjaan dibiarkan berlarut-larut hingga merugikan dunia usaha, ini menjadi persoalan serius," tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, R. Hamzaiya mengusulkan beberapa langkah konkret kepada pemerintah dan kontraktor:
Memastikan target penyelesaian tercapai dengan tetap menjaga kualitas konstruksi. Menyediakan akses yang aman menuju pusat-pusat usaha agar operasional bisnis tetap berjalan.
Optimalisasi manajemen lalu lintas di sekitar area proyek. Pemasangan papan informasi mengenai progres pekerjaan agar masyarakat mendapatkan kepastian.
Membangun komunikasi yang baik antara pemerintah, kontraktor, dan warga untuk mencegah keresahan.
R. Hamzaiya berharap, pemerintah dapat hadir memberikan solusi nyata agar pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.
"Infrastruktur yang bagus harus mendukung ekonomi, bukan sebaliknya. Jangan sampai pelaku usaha menjadi korban dari lamanya penyelesaian proyek," tutupnya.
(Firda Asih)


Post A Comment: