Koran Cirebon.Hampir setiap hari, masyarakat sering dikejutkan dengan terjadinya kasus-kasus tindak kriminalitas yang dilakukan oleh remaja. Tindakan kriminalitas yang terjadi di berbagai daerah yang dilakukan oleh remaja pada awalnya itu dianggap hanya kenakalan remaja biasa. Namun kenakalan remaja saat ini sudah sangat meresahkan. Tindak kriminalitas yang dilakukan seperti pencurian, tawuran, membegal, human trafficing, perkosaan bahkan sampai kepada pembunuhan.
Menyoroti bahaya kenakalan remaja, seperti tawuran antar pelajar yang saat ini mengalami peningkatan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendapatkan respon dari Kapolres Majalengka, Edwin Affandi. Menurut AKBP Edwin, bahwa kenakalan remaja perlu dicegah karena berbahaya dan mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.
"Jadi mengapa kenakalan remaja perlu kita cegah, karena berbahaya. Ini tanggung jawab kita bersama untuk mencegahnya," ujarnya, saat memimpin kegiatan Jumat Curhat guna menampung aspirasi dari seluruh element masyarakat di Desa Garawangi, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jumat (3/2/2023) lalu.
Mencermati fakta tersebut, banyak kasus kriminal serupa yang aktor utamanya adalah para remaja. Kasus-kasus kriminalitas remaja tentu menjadi sebuah ironi yang kian menambah panjang catatan kriminalitas di negeri ini. Kasus-kasus ini membuktikan bahwa remaja hari ini telah mengalami dekadensi moral bahkan sampai ke titik nadir.
Remaja mengadopsi budaya-budaya liberal barat. Mulai dari pemikiran, pergaulan, dan gaya hidup. Mereka merasa menjadi remaja yang tidak “kekinian” ketika belum berpakaian layaknya idola mereka. Ditambah lagi dengan tontonan yang merusak dan tidak mendidik disuguhkan setiap harinya.
Remaja yang masih dalam masa coba-coba, meniru semua yang dilihatnya tanpa filter negara. Ditambah dengan lemahnya pengawasan oleh orang tua mereka dan lingkungan. Sehingga perilaku remaja diluar batas. Masa depannya berantakan dan harapan orang tua hilang. Mereka yang diharapkan menjadi agen perubahan dan aset masa depan bangsa, faktanya malah menjadi bagian permasalahan untuk negeri ini.
Sedangkan jika ada remaja yang mencoba menjalankan ajaran Islam secara totalitas, mulai dari cara berpakaian, pergaulan dan gaya hidup. Mereka akan dianggap remaja "tidak kekinian" karena tidak bisa bergaul bebas. Tidak bisa “nongkrong” bersama lawan jenis. Berpakaian tidak mengikuti perkembangan zaman. Mereka dianggap orang-orang yang tidak modern.
Peradaban kapitalisme-liberal tidak akan melahirkan remaja-remaja cemerlang. Peradaban ini telah banyak mencetak kenakalan remaja seperti pencurian, tawuran, penyalahgunaan narkoba, pembunuhan, perkosaan, dan lain-lain. Kenakalan remaja diluar batas hendaknya menjadi renungan bagi kita untuk mengatasinya dengan tuntas. Sudah saatnya remaja kembali pada nilai-nilai Islam. Remaja akan menemukan jati diri sebagai tulang punggung peradaban. Karena kelak, remaja akan menjadi penentu masa depan bangsa.
Sebagaimana penerapan Islam berabad-abad lamanya, telah mampu menciptakan remaja cemerlang. Kala itu Islam menjadi negara adidaya dengan remajanya yang terkenal tangguh, tidak takut kecuali pada Allah SWT. Remaja yang mengharumkan Islam ke seantero bumi.
Seperti Ibnu Sina, seorang ilmuan bidang kedokteran dan penulis aktif dimulai kala ia remaja. Beliau lahir di zaman keemasan peradaban Islam. Ibnu Sina juga adalah pengarang 450 buku yang memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Bahkan buku-buku karangan beliau telah menjadi rujukan sampai saat ini dalam dunia kedokteran.
Begitu pula, Sultan Mehmed II atau dikenal Muhammad Al-Fatih. Pemuda Islam yang membuktikan sabda Rasulullah SAW untuk menaklukkan Konstantinopel. Dalam sejarah, Konstantinopel telah berkuasa selama 11 abad. Dengan strategi perang yang mengagumkan dan prajurit-prajurit pilihan akhirnya Konstantinopel takluk di bawah kepemimpinannya.
Muhammad Al-Fatih ahli di bidang ketentaraan, sains, matematika dan menguasai 6 bahasa. Muhammad Al-Fatih diangkat menjadi Sultan saat usianya masih 12 tahun dan menaklukkan Konstantinopel saat usia 21 Tahun.
Itulah potret segelintir pemuda yang hidup dalam sistem Islam. Khilafah Islam yang diterapkan selama 13 abad telah terbukti melahirkan banyak remaja cemerlang.Wallahu'lam bishshawab.
Penulis : Tawati (Muslimah Revowriter Majalengka)



Post A Comment: