CIREBON.Kamis 2 April 2026.Koran Cirebon – Keluhan terkait diduga buruknya pelayanan kesehatan kembali mencuat di Kota Cirebon. Kali ini menimpa Piem Apriyanto, seorang jurnalis Media Koran Cirebon, yang diduga ditelantarkan di ruang IGD RS Ciremai selama belasan jam dengan alasan ruangan penuh, meski fakta di lapangan menunjukkan adanya banyak kamar yang siap pakai.
Pasien yang merupakan warga Rajawali Barat, Kelurahan Kecapi ini, masuk ke IGD RS Ciremai pada pukul 06.35 WIB. Namun, hingga pukul 18.20 WIB, pasien masih tertahan di IGD tanpa kepastian ruang rawat inap.
Pihak informasi IGD berdalih bahwa seluruh kelas ruangan (Kelas 1, 2, 3, hingga VIP) dalam kondisi penuh dan baru akan tersedia pada sore atau malam hari berdasarkan perjanjian awal.
Temuan Mengejutkan di Lapangan Merasa ada yang tidak beres, maka Asih Mintarsih, Direktur Media Koran Cirebon, didampingi Malika (istri pasien), melakukan inspeksi mandiri ke unit rawat inap.
Hasilnya, ditemukan setidaknya 5 bed kosong di Ruang Pratama yaitu Kamar 5 ada 2 Bed Kosong,Kamar 8 ada 2 Bed Kosong dan Kamar 4 ada 1 Bed Kosong.Disatu ruangan saja banyak Bed yang kosong sedangkan disini banyak ruangan.
Parahnya lagi diduga banyak ditemukan genangan air disepanjang lorong RS ini,rembesan air dari atap merembes ke Dinding juga jendela sampai turun ke keramik.
Sehingga air mengenang yang pastinya sangat membahayakan Pasien dan Keluarganya yang akan melintasi lorong tersebut, juga masyarakat yang akan membesuk pasien.
Keterangan perawat di ruang tersebut pun berbanding terbalik dengan klaim pihak IGD. "Kami di sini hanya menunggu instruksi dari IGD. Kamar 4, 5, dan 8 memang ada yang kosong," ungkap salah satu perawat.
Diduga fasilitas Tidak Layak dan Manajemen Buruk Setelah didesak, pihak manajemen IGD akhirnya baru mengizinkan pasien masuk ke Ruang Pratama Kamar 4. Namun, masalah tidak berhenti di situ. Asih Mintarsih mengungkapkan kondisi fasilitas yang memprihatinkan saat meninjau Kamar 4.
"Sangat parah, di Kamar 4 ditemukan toilet yang sangat kotor, tidak terurus, dan sama sekali tidak layak untuk standar rumah sakit. Ini diduga menambah daftar panjang buruknya pelayanan di sini," tegas Asih.
Ia menduga ada unsur kesengajaan dalam menahan pasien di IGD. "Mengapa harus menunggu kami turun langsung mengecek ruangan baru mereka jujur ada kamar kosong? Ini sangat ironis sekali ," tambahnya.
Harapan kepada Pemerintah dan Instansi Terkait Pihak keluarga dan masyarakat mendesak agar pihak berwenang tidak tinggal diam. Mereka meminta Kemenkes, Pemerintah Daerah (Pemda), Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, hingga Dinas Sosial untuk melakukan evaluasi total terhadap RS. Ciremai.
"Kami berharap instansi terkait jangan tutup mata. Diduga pelayanan buruk seperti ini merugikan masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan penanganan cepat dan fasilitas yang higienis," tutup Asih.
Hingga berita ini dirilis, diduga ketidaksinkronan komunikasi internal antara bagian IGD dan rawat inap RS Ciremai menjadi sorotan tajam, karena dinilai menghambat hak pasien untuk mendapatkan perawatan yang layak.
(Firda Asih)




.jpg)


Post A Comment: