Cirebon, Koran Cirebon.Masyarakatyang terdampak proyek vital nasional PLTU 2 Cirebon Provinsi Jawa Barat.
Menilai Hyundai Engineering & Construction dianggap sebagai perusahaan kelas ecek-ecek.Hal ini ditegaskan oleh sejumlah tokoh masyarakat kepada sejumlah wartawan pada,Jumat (5/5/2023).
Menurut sejumlah tokoh masyarakat, perusahaan yang ditunjuk sebagai menkon di Proyek vital pembangunan PLTU 2 Cirebon tersebut. Dianggap selama ini tidak pernah memikirkan masyarakat yang terdampak dari kegiatan pembangunan PLTU 2 Cirebon.
Menurut warga sekitar proyek mengatakan, saat awal-awal pembangunan.Pihak pimpinan perusahaan Hyundai Engineering tersebut kerap memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.
Yang terdampak disekitar pembangunan proyek vital PLTU 2 Cirebon.
"Namun disaat menjelang akhir penyelesaian proyek justru pemimpin perusahaan Hyundai Engineering saat ini seperti memimpin Perusahaan kelas ecek-ecek."Tegas salah warga sekitar proyek PLTU 2 Cirebon yang namanya minta tidak disebutkan ini.
Lebih lanjut dikatakan warga,bahwa hal ini dibuktikan dengan sejumlah alat-alat kantor bekas pakai seperti komputer meja kursi dan sarana prasarana lainnya.Yang selama ini dipakai untuk kegiatan kantor perusahaan tersebut selama kegiatan Pembangunan PLTU 2 tersebut bakal dijual kepada masyarakat.
"Jika hal itu benar terjadi,sungguh sangat memprihatinkan bila perusahaan sekelas Hyundai dari Korea. Bakal memboyong barang-barang bekas pakai dengan cara dijual atau diuangkan kembali untuk di jadikan aset dari barang rongsokan."Lanjut warga
Harusnya,sambung warga,perusahaan Hyundai Engineering memberikan secra gratis untuk kepentingan sosial masyarakat yang terdampak pembangunan proyek vital PLTU 2 Cirebon. Yang selama ini mendukung kegiatan proyek tersebut.
Ditambahkan pula oleh tokoh masyarakat dan warga di sekitar Proyek vital PLTU 2 Cirebon,
Bahkan menurut sejumlah narasumber terpecaya menyebutkan.Terjadinya perusahaan Hyundai Engineering yang bakal menjual sejumlah asset bekas perusahaan Hal ini terjadi setelah perusahaan tersebut dipimpin oleh Mr Kwon San Cheol.Jelas sejumlah narasumber yang dapat di pertanggung jawabkan kepada wartwan.
Sementara itu,menurut pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kanci Kecamatan Astanajapura.Sebagai desa penyangga kegiatan pembangunan proyek vital PLTU 2 Cirebon.
Membenarkan jika ada informasi bahwa sejumlah asset dan barang bekas milik perusahaan Hyundai Engineering yang sudah tidak terpakai.Akan ditawarkan untuk dilakukan pelelangan.
Hal ini tentunya sangat disayangkan oleh kuwu (Kades) Kanci Sunaryo.Saat dihubungi melalui telepon Whats Appnya (WA),Jumat (5/5/2023).
"Pemdes Kanci merupakan desa penyangga serta desa yang bakal mengurus dan membantu secara administrasi kepemerintahan di tingkat desa. Karena sebagian lahan PLTU 2 Cirebon itu ada yang masuk secara administratif ke kami" Jelas kuwu Kanci ini.
Untuk itu pihaknya sangat menyayangkan bila barang-barang rongsok saja harus dibeli oleh masyarakat yang membutuhkannya. Sedangkan kata Sunaryo,saat ini perusahaan Hyundai Engineering sendiri sudah siap-siap untuk meninggalkan wilayah kami.
"Lalu kapan Hyundai Engineering sebagai investor dan main kontraktor di Proyek vital PLTU 2 Cirebon memberikan kenang-kenangan atau kadeudeuh sebagai cendramata kepada masyarakat yang terdampak sekitar proyek tersebut." Pungkas kuwu Kanci ini.
(Z).



Post A Comment: